ATM Tertelan, Hidup Tertekan Bangun tidur Bangun tidur diikuti dengan bangunnya hape saya, notif pun menghujani visual saya. Dengan kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa, saya mendapati pemandangan notifikasi layar monitor Evercoss A75A tertuju pada "Keluarga Sukses", sudah sampai pikiranku pada tulisan "sudah dikirim kemarin lusa!". Segera bergeraklah impuls menuju otakku memberikan respon pada prefrontal cortex sehingga membuatku sregep mencari dompet, lalu membukanya. Apa dayaku, plastik persegi panjang itu, sudah tak terlihat lagi. Hal ini membuatku mengimplementasikan materi psikologi umum bab. memory process , pada bagian retrieval, membuatku bernostalgia menuju ATM Veteran dan ATM Surabaya. Doubt adalah kata-kata dalam bahasa inggris yang tepat untuk menjelaskan kebingunganku, "dimanakah ia?" Jantung dengan kemampuan sistem saraf otonom mendetakkannya begitu cepat. Bersambung... Cerita akan berlanjut setelah Awcan pergi, aktor selanjutnya ...
Alki Autar, salah satu kepribadian milik penulis sebenarnya yang suka menjadi diri si penulis walaupun Ia sebenarnya mampu menjadi diri si penulis. Namun, semua itu berubah saat si penulis sebenarnya mengambil identitas keprbadiannya itu menjadi bagian dari dirinya yang sebenarnya. Ingin kenal lebih lanjut, jangan mengirim pesan ke @alki.autar di Instagram.