Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober 29, 2017

Pengaruh Akumulasi Kegagalan Terhadap Kesuksesan

Pengaruh Akumulasi Kegagalan Terhadap Kesuksesan Semua pengalaman yang terjadi dalam hidup ini ada yang bersifat positif maupun negatif. Positif memiliki lawan kata, negatif yang sama halnya dengan kesuksesan dan kegagalan. Pengalaman pada MTQUM XII 2017 pada tanggal 28 Oktober 2017 sampai dengan sekarang yakni Minggu, 29 Oktober 2017 pada pukul 22:22 WIB di Kamar 113 (atas) Asrama Putra Universitas Negeri Malang memberikan saya hikmah yang berarti, bahwasannya dalam hidup ini dibutuhkan kegagalan agar terdapat nama kesuksesan. Misal contoh, dalam sebuah kompetisi pasti terdapat yang menang ataupun yang kalah. Dalam hal ini, dapat kita lihat bahwa sebenarnya pemenang membutuhkan yang kalah untuk menang. Seseorang dikatakan menang saat mengalahkan pihak yang kalah. Tapi, bukan hal ini yang akan kita bahas dalam pembahasaan kali ini. Kita akan membahas “Bagaimana Cara Kegagalan Membentuk Sebuah Kesuksesan?”.            ...

Pengendalian Internal

Pengendalian Internal Lapar Sistem Pencernaan Pencernaan ternyata diawali dari mulut . Katanya sih, nanti karbohidrat “dipecah” oleh enzim milik saliva . Selanjutnya, makanan bergerak sendiri turun ke esofagus (saluran bukan pipa diantara perut/lambung dengan mulut). Pada pangkal perut (pangkal lambung) ada otot sfinkter yang membuka setelah makanan dihaluskan oleh lambung agar mau masuk ke usus halus. Darah akan membawa zat-zat kimia menuju sel-sel tubuh untuk dimanfaatkan (pelajaran yang dipelajari di SMA kelas XII). Usus besar menyerap air dan mineral serta melubrikasi (melumas) materi sisa untuk dikeluarkan sebagai feses . Penentu Pilihan Makanan Pengendalian Makanan Jangka Pendek dan Jangka Panjang 1.     Faktor oral: cita rasa dan sensasi mulut lainnya berkontribusi dalam rasa kenyang, tetapi tidak cukup bermanfaat apabila berdiri sendiri. 2.     Perut dan Usus: Mekanisme pertama dan kedua (mengirim sinyal ke hipotalamus) ...

Kuliah Tamu #1 "Gak tau tadi" - Resiliensi pada Generasi Z

Resiliensi oleh Dr. Wiwin Hendriani, Dosen Fakultas Psikologi UNAIR Stimulus negatif yang mempengaruhi anak dapat dilakukan oleh anak-anak lainnya. Pengawasan dan perlindungan orang tua merupakan salah satu faktor dari perkembangan anak. Pengawasan dan perlindungan dari orang tua ada untuk membatasi dunia anak dari sesuatu yang buruk atau negatif. Tidak ada perilaku yang ada tanpa sebab. Hal pertama yang dilakukan seorang psikolog, bukan men judge , tapi menanyakan, "kenapa?" Mereka yang berperilaku buruk merupakan sosok yang gagal dalam beradaptasi. Perilaku anak yang buruk muncul karena pengalaman yang buruk, seperti keluarga tak harmonis. Tak hanya itu, terdapat banyak situasi yang membuat seseorang gagal beradaptasi. " Resilience are showed by self control, self esteem, goal setting with realistic, problem solving skills, ability to recognize their own emotions and those of others, social skills and ability to seek assistance from others, learning from the...

Rasionalisme, Empirisme, dan Kritisisme oleh Immanuel Kant

Rabu, 1 November 2017 @C1.122 w/ Sudjiono Ajaran Pokok Paham Rasionalisme, Empirisme dan Sistesis Keduanya menurut Immanuel Kant Rasionalisme mengatakan bahwa sumber pengetahuan itu berasal dari akal yang bersifat apriori dan juga analitik (menggunakan analisa). Empirisme, suatu aliran filsafat dimana sumber pengetahuannya adalah pengalaman (sesuatu yang kita alami) yang ini bersifat aposteriori dan sintesis (mengumpulkan semua pengalaman) menjadi satu, yakni pengetahuan empiris. Kritisisme oleh Immanuel Kant lahir karena dia tidak setuju bahwa rasionalisme dan empirisme yang berlawanan ini tidak dapat dipisahkan. Jadi, menurut Immanuel Kant, sumber pengetahuan adalah akal dan juga pengalaman. Pertanyaan Anna Rosita : "Bagaimana cara berpikir filsafat yang benar secara sistematis?" Jawaban: "Kebenaran science itu ya, ada pada skripsi itu. Terdapat permasalahan, hipotesis, penggunaan teori, penelitian, kemudian kesempulan. Itulah kebenaran...