Kisah yang tak pernah ketahuan kelanjutannya sejak Oktober 2017 lalu. Kisah wedhok, satpam, dan Mas Reza CS yang tidak menemukan penyambung neuronnya. Kisah yang telah pudar pada lobus frontalis itu akhirnya coba diulik kembali dengan usaha pemanggilan beberapa set ingatan yang tak terbendung. Sebuah bendungan ingatan dari 2021 hingga 2017 telah menenggelamkan keunikan dan pixels dari kisah ini.
Bagian ini tidak akan menceritakan kisah kartu persegi panjang itu lagi. Ini adalah kisah interpretasi skor motivasi menulis pada kolom komentar di kisah itu. Terima kasih kepada pena yang telah menjadi lentera pena-pena lainnya untuk meresonansikan lentera yang serupa namun tak sama.
Jika terdapat banyak hal yang terjadi akhir-akhir ini, maka dengan bantuan keyboard eksternal dan sedikit kuota KEMDIKBUD. Saya mencoba menuliskan saya dan menghubungkan saya dengan saya-saya lainnya melalui tulisan saya ini yang akan menjadi keluarga saya sampai saya sudah tiada lagi.
Izinkan saya yang ini menjadi neural network untuk saya yang seterusnya. Apakah anda kebingungan dengan makna saya? Saya adalah saya, tulisan saya adalah saya, dan saya adalah tulisan saya. Setiap saya akan menjadi saya, setiap saya yang dihapus adalah saya, dan setiap yang saya anggap saya adalah saya. Ini tentang saya, bukan hanya tulisan semata.
Sebelum mengakhiri saya, izinkan untuk menambahkan sesuatu yang saya pikirkan tentang saya saat ini. Pertama, apa yang saya tulis akan menjadi bagian tak terlepaskan dari saya. Kedua, saya sedang memikirkan tentang ikatan. Ketiga, saya sedang memikirkan saya di lima menit setelah ini. Keempat, saya merasa saya yang dulu lebih ekspresif dan spontan daripada saya yang saat ini. Kelima, jika kamu bertahan, maafkan ketidaklihaian saya di setiap saya yang telah saya sayakan, yang sedang saya sayakan, dan yang akan saya sayakan.
Terima kasih karena telah membaca saya.
Komentar
Posting Komentar