Langsung ke konten utama

Kisah Perjalanan dari IFoP 2017 menuju IMAMUPSI Nasional 2021

Tulisan ini merupakan rangkaian kisah universe milik penulis yang dituangkan secara mengalir tanpa ada proses sunting.


Kisah ini bermula di saat penulis menemukan sebuah Islamic Family of Psychology (IFoP) saat ia mulai mengetahui dunia perkuliahan di tahun 2017 akhir. Belajar psikologi dan juga amanat orang tua untuk dapat menjaga lingkungan membuat ia mencoba mendekat dengan kehidupan spiritualnya.

Badan Dakwah Masjid al-Hikmah Universitas Negeri Malang atau biasa disingkat BDM menjadi satu cerita tersendiri dalam kehidupan perkuliahan penulis. Setelah setengah tahun di asrama kampus dan berpartisipasi aktif di masjid dan lembaga dakwah kampus tersebut, ia akhirnya dapat menjadi bagian dari Kamar Bawah Masjid al-Hikmah (KBM) sebagai takmir, marbot, imam, dan muazin di sana.

Wait, di judulnya kok, IFoP. Oh, iya, kita kembali ke server IFoP, di sini bersamaan dengan kehidupan di lingkungan kampus (masjid), penulis juga berpartisipasi aktif di kegiatan rohis fakultas itu. Di sana, banyak hal yang ia pelajari sebagai kepala divisi syiar-humas di periode mahasiswa barunya, mulai dari membangun jaringan walau tak ada jaring-jaring kala itu, belajar desain sederhana melalui PowerPoint, mencoba memimpin walaupun belum berkapasitas di sana. 

Hasil belajar menjadi pengalaman itu berjalan selama setahun periode penuh, hingga selanjutnya penulis diberi sebuah ledakan besar non-Big Bang dalam hidupnya, yang selama ini belum pernah berada di titik itu, yaitu: memimpin IFoP 2019.

Kisah di IFoP 2019 cukup wadigidaw, sebulan penuh (mungkin terlalu dibesar-besarkan, tapi memang sangat besar bagi penulis di masa itu). Sebulan penuh setiap hari, dari membuka mata hingga menutup mata, hanya ada ipop ini di pikirannya. Sebuah persiapan dan perencanaan yang dirasa cukup matang untuk memulai, akhirnya liburan pun selesai.

Kehidupan yang sebenarnya sebagai pemimpin diri sendiri dimulai. Singkatnya, terjadi pergantian struktur kepengurusan IFoP yang tidak kurang lima kali perubahan, hingga banyaknya program dakwah yang dicanangkan, ketidakjelasan dalam mengomunikasikan arahan, sampai-sampai merasa bahwa keputusan yang dibuatnya PASTI lebih baik dari pikiran, perasaan, pendapat, dan ide anggotanya membuat ia merasa bahwa kepemimpinannya sangat buruk dan ini adalah titik terendah dari keluarga ini, tempat pertamanya menjadi seorang leader, pembawa arah organisasi, bukan hanya sekedar leader level manager seperti sebelumnya.

Setengah periode telah berjalan, ya, saya boleh bilang, kalau ia merupakan pemimpin yang egois sangat, arogan, selalu memaksakan pendapatnya sendiri yang paling tepat dan benar dan baik, dan ya, jelas ia pemimpin yang buruk. Setengah periode ini telah membuat dia berpikir kembali, bahwa alasan terbesar dia sampai memiliki sifat itu karena ketakutannya kepada Yang Maha Kuasa, takut akan hisab yang berat, mengingat Ibunya selalu bilang sejak ia kecil bahwa "kamu boleh ikut apa saja, jadi apa saja, yang penting jangan jadi pemimpin". Ketakutannya kepada Tuhannya, membuat dia menjadi sangat kaku, sehingga anggapannya bahwa jalan terbaik adalah memerangi mereka yang berlawanan dengan hal yang dia anggap baik dan benar. Seorang pemimpin yang takut menanggung dosa-dosa dari anggotanya sampai ia sadar di suatu poin.

Suatu poin yang membangkitkan sesuatu dalam dirinya bahwa ia harus mendengarkan anggotanya, memanusiakan-manusia, dan akhirnya ia sadar bahwa selama ini dia telah menzalimi saudaranya sendiri. Selalu memikirkan amanah kerja setiap hari, mengingatkan seluruh anggota tentang amanahnya setiap hari, mendzalimi anggotanya sendiri dengan burnout, stres tinggi, tanpa adanya kedamaian dan ketenangan dalam dirinya dan juga orang lain.

Fase perubahan seorang pemimpin yang mencoba empati, profetik in a good way, mendengarkan pendapat orang lain, mendengarkan nasihat teman dekatnya, mencoba merasakan apa yang teman-temannya rasakan, dan keinginan untuk mengembalikan dan memperbaiki keadaan, bukan hanya dengan diri sendiri, melainkan dengan orang lain, teman-temannya, anggotanya yang coba dia perhatikan. Ia sadar bahwa di bahtera kapal ini, bukan superman yang dicari, tapi super family 100, lahhh, kok itu. Super Team maksudnya, Dream Team impiannya.

Sampai di setengah periode tersebut, bersama dengan semuanya, mulai membangunkan kembali, membangkitkan kembali organisasi yang telah jatuh sejatuhnya ini. Sampai akhirnya muktamar terjadi, sebuah usulan dalam AD ART yang coba dia gabungkan dengan salah satu visi formatur di kala pemilihannya dulu, yang menyampaikan ingin sekali membawa IFoP dan Psikologi Islam bersama, membuatnya menambahkan amanah psikologi Islam pada salah satu divisi di IFoP.

Oh, iya, di awal kepengurusannya, ada seorang dan seorganisasi yang membawa wacana psikologi Islam sekaligus silaturahmi dan membawa kabar bahagia tentang IMAMUPSI. Terima kasih, LISFA UMM, dan terima kasih, teman-teman saya yang sekarang juga membersamai di IMAMUPSI Nasional 2021.


Okay, cerita IMAMUPSI sebenarnya berawal ketika penulis dulu di awal kehidupan kampusnya mendapatkan kabar jika ada KMP UGM yang berkunjung ke IFoP UM di tahun 2017 atau 2018 jika saya tidak salah. Di sana, salah satu dosen menjelaskan tentang Psikologi Islam dengan mengutip salah satu ilmuwan muslim, yaitu: Syaikh Taqiyuddin An-Nabhani. Beliau juga yang pertama menceritakan dulu bahwa IFoP atau Universitas Negeri Malang dulu ada lembaga yang mengkaji tentang psikologi Islam, dan bernama IMAMUPSI, di UM, jadinya IMAMUPSI UM, dulu. Setelah saya riset ngawur, ternyata memang pernah ada, namun jejaknya tak ditemukan kembali sampai akhirnya saat ini, di tahun 2019, IFoP resmi membangunkan kembali IMAMUPSI UM.

Nah, kisah selanjutnya masih di IFoP, namun sudah terimamupsi. Dua ribu dua puluh menjadi tahun, di mana Musyawarah Regional 4 IMAMUPSI 2020 terjadi. Dihadiri oleh perwakilan dan ketua KSPI di empat kampus, yaitu: SKI Psikologi Universitas Airlangga Surabaya, LSO Tahfidzul Quran Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, LSO Lingkar Psikologi Asy-Syifa Universitas Muhammadiyah Malang, dan Islamic Family of Psychology Universitas Negeri Malang. Sepakat menjadikan Sdr. Muhammad Khairul Anam sebagai Koordinator Regional 4 selanjutnya menggantikan Sdr. Malik Luqman Hakim dari LISFA UMM di tahun sebelumnya. Sosok Mas Malik dan teman-temannya-lah yang menjadi awal pertemuan penulis dan IFoP dengan IMAMUPSI, beliaulah yang memperkenalkan dan membangun jalan dengan hobi beliau yang suka berjalan jauh dan bersilat dengan kampus lain.

Mencoba menjadi different dengan kepengurusan sebelumnya, dengan adanya empat kampus yang telah tergabung. Penulis mencoba membangun kepengurusannya, dengan musyawarah kembali memilih Sekretaris Regional kala itu. Kemudian, bersama SEKREG berdiskusi dan diputuskan Open Recruitment Pengurus IMAMUPSI Regional 4 2020 dengan struktur kepengurusan yang mengadaptasi dari Nasional dan musyawarah keduanya.

Lahirlah Kepengurusan IMAMUPSI Regional 4 Jawa Timur 2020 dan terjadi dinamika yang cukup berarti mulai dari komunikasi dengan staf ahli yang terganggu, penulis yang takut bertemu dengan anggota-anggotanya kecuali teman-teman Pimpinan Regional, ketidakjelasan jobdesc, amanah yang ternyata bukan cakupan regional, menunggu kapan harusnya kita MUSYREG dan MUNAS, haruskan satu tahun penuh satu periode atau cukup kurun waktu tertentu. Sampai di perjalanan, dinamika tersebut seakan ditutup dengan masifnya kegiatan dari R&D berupa Mafahim Psikologi Islam yang diamanahkan kepada Mbak Nadia dari SKIPSI UNAIR dan branding yang juga ciamik dari Divisi Media Mbak Zee. Namun, kekuatan dan amanah yang dituangkan oleh Kepala Kaderisasi Mas Kholid dan Kepala Jaringan Kak Mal^^ merupakan kolaborasi yang apik mengadakan dua kali Upgrading dan mencoba menjaring KSPI yang ada di Jawa Timur, namun miskomunikasi dari Regional dan Nasional kembali menjadi sebuah isu. Tidak hanya saudara-saudari di atas, tak lupa Mbak Uum Sekretaris Regional yang juga selalu memberikan nasihat, kritik konstruktif, dan saran membangun untuk penulis yang membuat penulis terkadang segan dan sungkan dengan beliau. Namun, dari situ, penulis belajar bahwa dalam organisasi memang kita harus menghargai betul-betul setiap orang dan tidak memandang rendah, selalu melibatkan pihak terkait dalam pengambilan keputusan agar semuanya merasa dihargai, didengar, dan punya andil. Terakhir, dari kepengurusan ini, penulis belajar banyak tentang kepemimpinan, manajemen, sense of belonging, why sebagai rasa aman, risiko pengambilan keputusan. Penulis masih merasa sangat kurang dalam kepengurusan ini, namun tim yang luar biasa dari Pimpinan Regional kala itu, membuat penulis belajar banyak dari mereka. Terima kasih, jazakumullahu khayran, team. Oh, iya, terima kasih juga buat semuanya di IFoP. Waktu jadi KOREG, penulis juga menjadi Kepala Divisi Humas sebagai ajang penebusan kesalahan yang dilakukan selama memimpin IFoP dulu.

Musyawarah Nasional IMAMUPSI 2021 menjadi sebuah momen yang cukup. Bagaimana tidak, penulis dengan mufakat diangkat menjadi Koordinator Nasional IMAMUPSI 2021, yang mana awalnya merupakan panitia MUNAS sampai mengundurkan diri, juga masih aktif sebagai Koordinator Regional, dan sangat merasa kurang dengan kapasitasnya memimpin, bahkan sampai menyampaikan bahwa teman-teman di regional-lah yang keren sangat yang membuat IMAMUPSI Regional 4 Jawa Timur sangat pesat dan juga kolaborasinya dengan Asosiasi Psikologi Islam Jawa Timur.

Harapan adalah satu kata yang penulis ungkapkan saat ditanya Koordinator Nasional sebelumnya, pas sebelum hasil musyawarah keluar. Sampai saat ini, kata itu terngiang-ngiang di benak saya, bahwa harapan inilah yang menjadi alasan saya dan tim Nasional masih bertahan, adanya hope tentang masa cerah IMAMUPSI menjadi jembatan mahasiswa muslim psikologi mengembangkan Psikologi Islam dengan kata lain visinya Menjadi Pusat Pengembangan Psikologi Islam dari Pemikiran dan Aplikasi.

Sek, rek. Nanti tak lanjutin, mau sarapan dulu.


Komentar

Saya yang dikenal

ATM Tertelan, Hidup Tertekan

ATM Tertelan, Hidup Tertekan Bangun tidur Bangun tidur diikuti dengan bangunnya hape saya, notif pun menghujani visual saya. Dengan kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa, saya mendapati pemandangan notifikasi layar monitor Evercoss A75A tertuju pada "Keluarga Sukses", sudah sampai pikiranku pada tulisan "sudah dikirim kemarin lusa!". Segera bergeraklah impuls menuju otakku memberikan respon pada prefrontal cortex  sehingga membuatku sregep  mencari dompet, lalu membukanya. Apa dayaku, plastik persegi panjang itu, sudah tak terlihat lagi. Hal ini membuatku mengimplementasikan materi psikologi umum bab. memory process , pada bagian retrieval, membuatku bernostalgia menuju ATM Veteran dan ATM Surabaya. Doubt  adalah kata-kata dalam bahasa inggris yang tepat untuk menjelaskan kebingunganku, "dimanakah ia?" Jantung dengan kemampuan sistem saraf otonom mendetakkannya begitu cepat. Bersambung... Cerita akan berlanjut setelah Awcan pergi, aktor selanjutnya ...

Kuliah Tamu #1 "Gak tau tadi" - Resiliensi pada Generasi Z

Resiliensi oleh Dr. Wiwin Hendriani, Dosen Fakultas Psikologi UNAIR Stimulus negatif yang mempengaruhi anak dapat dilakukan oleh anak-anak lainnya. Pengawasan dan perlindungan orang tua merupakan salah satu faktor dari perkembangan anak. Pengawasan dan perlindungan dari orang tua ada untuk membatasi dunia anak dari sesuatu yang buruk atau negatif. Tidak ada perilaku yang ada tanpa sebab. Hal pertama yang dilakukan seorang psikolog, bukan men judge , tapi menanyakan, "kenapa?" Mereka yang berperilaku buruk merupakan sosok yang gagal dalam beradaptasi. Perilaku anak yang buruk muncul karena pengalaman yang buruk, seperti keluarga tak harmonis. Tak hanya itu, terdapat banyak situasi yang membuat seseorang gagal beradaptasi. " Resilience are showed by self control, self esteem, goal setting with realistic, problem solving skills, ability to recognize their own emotions and those of others, social skills and ability to seek assistance from others, learning from the...

LAPORAN LATSAR XXX | Saksi Hidup 15.605 PAFF

Laporan mengenai LATSAR XXX Oleh : Muhammad Khairul Anam a.k.a Asbak dan 15.605 PAFF Hari Pertama Berkumpul di sekolah tepat pukul 5.30 pagi dengan menggunakan pakaian seperti saat latihan rutin. Setelah sampai disana melakukan packing carrier, lalu melaksanakan apel pembukaan bersama dengan ekstra pramuka yang sedang melaksanakan kegiatan TAKADAMURA. Setelah apel pembukaan, para junior diajari lagu PAFF SMADA untuk dinyanyikan di perjalanan juga tanda pengenal berupa kain oranye yang diberi “nama bagus” kami dengan diikatkan di masing – masing bahu kami. Setelah ekstra pramuka berangkat, Kami pun berangkat setelah mereka. Perjalanan diawali dengan mengucapkan salam terhadap Senior. Kami pun berangkat sambil menyanyikan lagu yang telah diajarkan tadi. Perjalanan yang dilalui sangat melelahkan, tidak jarang Kami melakukan istirahat. Nah, pada saat sampai di samping stadion, carrier kami di cek untuk mencari carrier mana yang masih ringan karena sebelum berangkat tadi, c...